Friday, 06 November 2026 kolkita79@gmail.com
TERKINI
TEMPAT PULANG SEGALA SUNYI

TEMPAT PULANG SEGALA SUNYI

TEMPAT PULANG SEGALA SUNYI

Fransiska P. Silalahi

 

Di halaman Aula Mgr. Sulama
aku duduk bersama senja yang perlahan pergi.
Langit kehilangan warna
angin menyentuh wajahku
dan malam datang
tanpa menanyakan apa pun.

Ada yang lebih gelap daripada langit
perasaan yang tak menemukan bahasa.
Ada yang lebih sunyi daripada malam
hati yang ingin didengar
tetapi tak tahu harus memanggil siapa.

Sepanjang hari
aku belajar tersenyum
di hadapan dunia yang sibuk.
Menyembunyikan letih
di balik percakapan sederhana
menyimpan tangis
di tempat yang tak terjangkau mata.

Orang-orang mengenal tawaku.
Tak seorang pun menghitung
berapa kali aku menelan kesedihan
agar hari tetap terlihat baik-baik saja.

Di kejauhan
lampu-lampu mulai menyala.
Satu per satu orang beranjak pulang.
Aku masih di sini
bersama sejumlah pertanyaan
yang belum menemukan rumah.

Barangkali menjadi dewasa
adalah belajar membawa sesuatu
yang tak selalu bisa dibagikan.
Menerima kenyataan
bahwa ada perjalanan
yang harus ditempuh
tanpa tepuk tangan.

Kupandang langit sekali lagi.
Sebuah bintang muncul
di antara gelap yang luas.
Cahayanya kecil
tak sanggup menerangi seluruh bumi
tetapi cukup
untuk membuatku tetap menengadah.

Aku mulai mengerti
bertahan tak selalu berarti kuat.
Kadang hanya keberanian
untuk melewati satu malam lagi
dengan hati yang belum sembuh
dan harapan yang belum selesai.

Biarlah dunia beristirahat.
Biarlah segala yang tak terucap
menemukan tempatnya
di antara angin dan kesunyian.

Malam ini
aku tak meminta semua luka hilang.
Aku hanya ingin duduk sebentar
menjadi diriku sendiri
tanpa harus berpura-pura bahagia.

Sebab mungkin
malam diciptakan bukan semata
untuk mengakhiri hari
melainkan untuk menerima
mereka yang sepanjang siang
tak menemukan tempat bercerita.

Dan ketika pagi datang
aku akan kembali melangkah.

Bukan karena semuanya telah baik
melainkan karena di dalam diriku
masih ada sesuatu
yang belum menyerah
untuk hidup.

Malam boleh mengambil cahaya dari langit
tetapi jangan sampai
ia mengambil harapan
dari hati yang sedang belajar pulih.

**Mahasiswi Semester III STP St. Petrus KA