• Hari ini: May 11, 2026

T A B U A

11 May, 2026
9
Bua’ kata manusia dari tanah kering

Gumpalan, bulatan
Bundaran kecil kehidupan

Tanah-tanah tercerai
Mencari bentuk utuh
Napas-napas terpisah
Mencari ruang pulang

Lalu lahirlah: Tabua

Kumpulan, pertemuan
Perkumpulan hati-hati manusia

Bukan sekadar duduk berdekatan
Bukan sekadar ramai tubuh

Itu lingkaran hidup
Tempat setiap orang
Tidak dibiarkan menjadi sendiri

Tanah kering dan keras
Musim panjang
Langit hemat hujan

Atoni Pah Meto, manusia dari tanah kering
Tidak membangun hidup
Dalam kesendirian

Mereka lingkar berkumpul

Seperti batu-batu tua
Mengitari api malam
Seperti akar-akar liar
Saling menggenggam di bawah tanah retak

Tabua

Bundaran napas
Persekutuan luka
Rumah bagi kelelahan

Kulit legam matahari
Telapak pecah ladang
Mata penuh kenangan antar masa

Lingkaran tetap dibuat

Sebab keterpisahan
Kesunyian paling menakutkan

Jagung dipatahkan bersama
Air diteruskan dari tangan ke tangan
Kesedihan diberi tempat duduk

Ta’lum, mazmur duka

Suara retak dari dada manusia
Saat beban tak lagi kuat dipikul sendiri

Anak-anak diam dekat bara
Perempuan tua menenun sunyi
Lelaki-lelaki memandang api
Mencari wajah leluhur
Di antara nyala merah

Kadang suara meninggi
Kadang ego tumbuh liar

Tabua
Tidak lahir bagi manusia sempurna

Tabua
Ruang pulang bagi amarah
Ruang tinggal bagi kecewa

Ruang harapan bagi kegelisahan 

Lelaki tua berdiri perlahan

Tubuh kurus musim kering
Keriput panjang penderitaan

Katanya pendek

Bulatan batu menjadi pagar
Bulatan hati menjadi kampung

Sunyi jatuh

Mata mulai merendah
Telinga mulai membuka ruang

Tabua hidup kembali

Bukan kumpulan biasa
Bukan pertemuan tanpa makna

Tetapi bundaran kasih
Tempat hidup saling menopang

Tak ada paling depan
Tak ada paling belakang

Lingkaran
Tak mengenal pinggir

Mungkin sebab itu
Tuhan lebih mudah singgah
Dalam lingkaran itu

Pada jagung rebus terbagi rata
Pada bahu yang tetap tinggal
Pada air mata tanpa ejekan

Dan sinodalitas

Barangkali bukan kata besar
Dari ruang-ruang megah

Melainkan Tabua

Gumpalan manusia biasa
Yang memilih tetap berkumpul

Berjalan bersama
Meski hidup berkali-kali
Nyaris pecah
Dan tercerai


(Urai hati hening setelah gerimis, pinggir hutan dekat kota, malam ini, menuju pertengahan Mei 2026, 23.38)


Tag