KOLKITA-Oelnitep, Dua Kelompok Umat Basis (KUB)di Lingkungan Oelnitep, Paroki St. Yohanes Pemandi Nesleu, membuka Bulan Maria dengan langkah iman yang hidup. Dua KUB (Petrus dan Kristoforus) yang disatukan dalam nama PETIR, mengawali doa Rosario dengan perarakan dari rumah Ibu Gema Ndun dan Bapak Aris Anoet, lalu berkumpul di rumah Ketua RT Mathius Falo pada Hari Jumat (01/05/2026).
Perarakan itu menjadi tanda bahwa iman tidak tinggal diam. Ia berjalan, menyapa rumah demi rumah dan menghidupkan kebersamaan umat. Ibadat pembukaan yang dipimpin oleh Bapak John Malada dan Saudara Riki Bani itu dihadiri tokoh umat, OMK dan anak-anak, menghadirkan suasana doa yang sederhana namun penuh kebersamaan. Suasana terasa hangat—bukan hanya karena kebersamaan, tetapi karena iman yang sungguh dihidupi.
Dalam renungan Kitab Suci yang diambil dari perikop Luk 1:26–35, pemimpin ibadat menegaskan ajaran penting Gereja, "umat Katolik mengenal latria (penyembahan kepada Allah) dan dulia (penghormatan kepada para kudus)." Lebih lanjut ditegaskan, "Doa Rosario, bukan menyembah Maria, tetapi menghormati iman dan ketaatannya kepada Allah," tandas John Malada.
Selain itu, dijelaskan bahwa, "Maria dihormati karena menjawab “ya” kepada kehendak Tuhan. Ia dipilih menjadi Bunda Sang Penyelamat dan, menurut iman Gereja, dikandung tanpa noda dosa asal, sebuah dogma yang ditegaskan oleh Pope Pius IX pada 8 Desember 1854," kata John dalam renungannya.
Ada momen menarik yang menghidupkan suasana. Ketika pemimpin ibadat bertanya tentang nama orang tua Maria, umat sempat terdiam. Namun seorang putri Orang Muda Katolik (OMK), dengan percaya diri menjawab dengan lantang, "Santa Ana dan Santo Yoakim." Jawaban itu disambut dengan senyum dan rasa bangga, tanda bahwa iman juga hidup dalam diri generasi muda.
Di akhir ibadat, tokoh umat Bapak Marsel Opat memberikan penegasan sederhana namun tegas bahwa "selama Bulan Maria, kaum bapak diharapkan lebih aktif dalam doa Rosario, tidak hanya menyerahkan peran kepada ibu-ibu dan anak-anak." Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa, iman itu tanggung jawab kita bersama".
Acara ditutup dengan minum bersama, mempererat persaudaraan yang telah dibangun dalam doa. Setelah itu, arca Bunda Maria diarak oleh masing-masing KUB menuju rumah berikutnya, tempat doa Rosario akan dilanjutkan esok hari.
Di Oelnitep, Bulan Maria bukan sekadar tradisi. Bulan Maria ini menjadi gerak iman yang nyata, berjalan dari rumah ke rumah, dari hati ke hati. Karena iman yang sejati bukan hanya didoakan, tetapi dihidupi bersama. (Alija)
Tag
Berita Terkait
Mahasiswa STP St. Petrus KA Gelar Katekese APP 2026 di Oelnitep, Umat Antusias Mendalami Iman
KUB St. Yosef Naesleu Laksanakan Ziarah Porta Sancta ke Situs-Situs Bersejarah Keuskupan Atambua
UMAT KATOLIK MEMPERLANCAR PkM LINTAS IMAN DOSEN DAN MAHASISWA DI MASJID AL-FALAH KLETEK-BETUN
DIAWALI DENGAN LITERASI BAHASA INGGRIS, INILAH KESERUAN HARI KEDUA MPLS SMK NEGERI PAISANAUNU
Tag
Arsip
Kue Pelangi Menakjubkan Terbaik
Final Piala Dunia 2022
Berita Populer & Terbaru
Jajak Pendapat Online