• Hari ini: February 23, 2026

MAHASISWA MAGANG I STP ST PETRUS KA PAMIT

23 February, 2026
214

KOLKITA-Oelnitep, Sebanyak empat mahasiswa Magang I (Magang Pastoral) dari STP St. Petrus Keuskupan Atambua resmi mengakhiri masa tugas pastoral mereka di Lingkungan St. Alexander Oelnitep setelah menjalani pendampingan selama hampir empat bulan, terhitung sejak 28 Agustus hingga 26 Desember 2025.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Imelda Tunliu, Imelda Omenu, Yanuaria Veny Lak, dan Maria Wilfrida Seran. Selama masa Magang, mereka terlibat aktif dalam kehidupan pastoral umat khususnya dalam pendampingan liturgi, kebersamaan dalam KUB serta berbagai kegiatan iman yang mempererat relasi antara Gereja dan umat.

Momen pamitan berlangsung dalam suasana Perayaan Ekaristi Pesta Keluarga Kudus Yesus–Maria–Yosef yang dirayakan di Kapela St. Dominikus Oelnitep. Dalam sambutan perpisahan, Imelda Tunliu, mewakili rekan-rekannya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada umat.

"Atas nama ketiga teman saya, kami bersyukur karena selama empat bulan ini umat Oelnitep telah menerima kami sebagai bagian dari keluarga. Dengan rendah hati mohon maaf apabila selama kebersamaan ini masih banyak kekurangan dan keterbatasan dari kami," ujar mahasiswi Semester V ini.

Mewakili umat, Rm. Kristo Ukat menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para mahasiswa yang telah membantu kehidupan pastoral umat selama masa magang, baik dalam liturgi maupun dalam kebersamaan sehari-hari.


Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana di pastoran kapela. Dalam suasana kekeluargaan tersebut, Ketua Lingkungan St. Alexander Oelnitep, Yohanes Fallo, mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran dan pelayanan para mahasiswa.

"Kehadiran para mahasiswa di Oelnitep ini sangat membantu umat terutama dalam memperlancar kegiatan liturgi dan membangun kebersamaan dalam KUB. Kami merasa terbantu dengan kehadiran ini," ujar Yohanes.

Acara perpisahan dipandu oleh John Malada, tokoh masyarakat setempat. Meski sederhana, rangkaian acara berlangsung hangat dan berkesan. Simbol saling mengalungkan selendang antara umat dan para mahasiswa menjadi ungkapan syukur, penghargaan dan kenangan kebersamaan. Kegiatan diakhiri dengan doa penutup, foto bersama dan ucapan sayonara.

Perpisahan ini menandai berakhirnya masa magang namun sekaligus menjadi bagian dari proses perutusan dan pertumbuhan panggilan. Nilai iman, persaudaraan dan pelayanan yang dialami selama kebersamaan di Oelnitep diharapkan terus berbuah dalam perjalanan para mahasiswa di masa depan. (LEKO)

Tag