• Hari ini: May 26, 2026

SEPI BERSAMA

26 May, 2026
6

SEPI BERSAMA

(Oktoviana Irianti Berek)

 

Awalnya, hubungan Ara dan Axel terasa seperti sebuah candaan.

Mereka bertemu di waktu yang sama-sama membosankan. Tidak ada niat serius, tidak ada perasaan yang benar-benar tumbuh. Ara menerima Axel hanya karena ia tidak ingin merasa sepi. Baginya, memiliki pacar hanyalah cara agar ada seseorang yang bisa diajak chatting saat malam terasa kosong.

Semua bermula dari obrolan ringan yang terasa biasa saja. Ara sempat membuka Instagram Axel dan mencoba mengenalnya lebih jauh. Namun semakin ia melihat kehidupan Axel, semakin ia merasa laki-laki itu bukan tipe yang ia inginkan. Axel dikenal liar, sering mabuk, dan hidup tanpa arah yang jelas. Tetapi entah kenapa, hubungan itu tetap berjalan.

Mungkin karena Axel terlalu serius. Dan mungkin karena Ara terlalu egois untuk menghentikannya sejak awal.

Beberapa minggu mereka sempat hilang kabar. Namun setelah itu, mereka kembali chatting seperti biasa. Axel mulai menunjukkan keseriusannya. Ia benar-benar ingin menjadikan Ara sebagai pacarnya, sedangkan Ara masih menganggap semua itu hanya hubungan untuk mengusir bosan.

Cara Ara membalas pesan selalu singkat dan dingin. Tidak ada perhatian berlebih, tidak ada effort seperti pasangan pada umumnya. Hingga suatu hari Axel berkata pelan kepadanya, “Kamu itu seperti tidak menganggap kalau kita pacaran.”

Ara hanya diam. Karena sebenarnya Axel benar.

Ara memang tidak pernah benar-benar membuka hati untuknya.

Hari demi hari berlalu. Axel tetap bertahan meskipun Ara terus bersikap cuek. Sampai akhirnya, hari yang mengubah semuanya datang.

Hari Senin pagi setelah upacara kampus selesai, Ara berjalan pulang ke asrama bersama temannya. Di tengah perjalanan, mereka bertemu Axel. Wajahnya pucat, matanya merah, dan tubuhnya terlihat lemah. Ternyata semalaman Axel mabuk dan tidak tidur, tetapi tetap memaksakan diri datang ke kampus.

Axel menghentikan langkah Ara di jalan.

Ara hanya menatapnya sekilas, menjawab seperlunya, lalu berjalan pergi meninggalkannya. Dalam hati, rasa risih Ara semakin besar. Ia memang tidak suka laki-laki pemabuk.

Saat itu Ara sadar bahwa ia tidak bisa terus menjalani hubungan yang sejak awal tidak pernah ia inginkan.

Pernah suatu kali Ara berkata kepada Axel, “Aku tidak akan minta putus. Tapi aku akan buat kamu tidak betah dengan sifatku.”

Dan ternyata, ucapan itu benar-benar terjadi.

Pada hari Selasa, 26 Mei 2026, hubungan mereka berakhir. Bukan Ara yang meminta putus, melainkan Axel sendiri.

Namun bahkan di akhir hubungan itu, Axel masih meminta maaf. “Takutnya selama ini aku buat kamu malu,” katanya.

Ara hanya tersenyum kecil dan menjawab pelan, “Aman saja. Tidak apa-apa.”

Karena jauh di dalam hatinya, Ara tahu bahwa selama ini ia juga tidak pernah benar-benar hadir dalam hubungan itu.

Kadang seseorang datang bukan untuk menetap, melainkan untuk mengajarkan bahwa hubungan tanpa ketulusan hanya akan berubah menjadi luka. Dan dalam kisah Ara dan Axel, mereka sama-sama belajar bahwa rasa sepi bukan alasan untuk mempertahankan seseorang.

***Mahasiswi Semester II STP St. Petrus Keuskupan Atambua

Tag