• Hari ini: June 10, 2026

BEGINI KATA HATI MAHASISWA USAI PkM DI OELNITEP

10 June, 2026
161

KOLKITA, Oelnitep – Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilaksanakan mahasiswa Semester IV Kelas D, STP St. Petrus Keuskupan Atambua di Kapela Oelnitep pada selama dua hari, Sabtu-Minggu, (6-7/06/2026).

    Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Selama dua hari, mahasiswa tidak hanya terlibat dalam berbagai kegiatan pelayanan dan kebersamaan, tetapi juga hidup bersama umat dengan tinggal di rumah-rumah keluarga setempat. Pengalaman ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar, berbagi dan merasakan secara langsung kehidupan umat dalam suasana persaudaraan yang hangat.

    Kegiatan diawali pada hari Sabtu dengan keberangkatan mahasiswa dari kampus menuju Oelnitep dalam dua gelombang. Setibanya di lokasi, mahasiswa bersama anak-anak di Kapela, melaksanakan kerja bakti dengan membuat taman di depan kapela, khususnya di sekitar papan nama kapela. Selain itu, mahasiswa dan anak-anak mempersiapkan arena Malam Pentas Seni yang dipusatkan di lapangan kapela. Malam harinya berlangsung pentas seni yang menampilkan berbagai kreativitas mahasiswa, OMK, anak-anak, dan umat dalam suasana penuh sukacita dan kekeluargaan.


    Selain mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, para mahasiswa juga ditempatkan di rumah-rumah umat untuk tinggal bersama keluarga setempat. Melalui pengalaman ini, mahasiswa dapat berinteraksi secara lebih dekat dengan umat, mengikuti kehidupan sehari-hari mereka, mendengarkan berbagai kisah perjuangan hidup serta merasakan keramahan dan semangat persaudaraan yang kuat di tengah umat Oelnitep.

    Pada hari Minggu, mahasiswa bertugas memimpin koor, lector dan pemazmur dalam Perayaan Ekaristi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Setelah misa, kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan bola voli putra-putri dan futsal putra-putri yang melibatkan mahasiswa, Orang Muda Katolik (OMK), serta umat setempat. Sore harinya, seluruh mahasiswa kembali ke kampus dengan membawa pengalaman dan kenangan yang berharga.


    Bagi mahasiswa berinisial MNN, kegiatan di Oelnitep menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena memberikan kesempatan untuk belajar bekerja sama, berinteraksi langsung dengan umat serta merasakan kuatnya semangat kebersamaan. Menurutnya, malam kreasi menjadi momen yang paling berkesan karena melalui berbagai penampilan seni, mahasiswa dan umat dapat saling mengenal, menunjukkan bakat serta mempererat persaudaraan dalam suasana yang penuh kegembiraan.

    Sementara itu, OT mengungkapkan bahwa pengalaman hidup bersama umat memberikan banyak pelajaran tentang semangat hidup, kerja keras dan nilai-nilai pemberdayaan. Ia mengaku terkesan melihat bagaimana umat Oelnitep tetap berusaha membangun kehidupan, mendidik anak-anak serta menjaga kebersamaan meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Dari kunjungan ke rumah-rumah umat dan kebersamaan yang terjalin selama tinggal bersama keluarga setempat, ia belajar bahwa pelayanan bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang mendengar, memahami dan belajar dari pengalaman hidup umat.


    Pengalaman berbeda dibagikan oleh ST. Ia mengisahkan bahwa pada awal kegiatan sempat terjadi kesalahpahaman dengan beberapa teman. Namun, melalui kerja bersama menanam bunga, mereka belajar pentingnya saling memahami dan menjaga kebersamaan. Pengalaman yang paling membekas baginya adalah ketika tinggal bersama keluarga angkat yang menerima dirinya dengan penuh kasih. Keramahan keluarga tersebut membuatnya merasa seperti berada di rumah sendiri. Ia juga mengaku kagum melihat semangat umat dan bakat anak-anak Oelnitep yang aktif dalam berbagai kegiatan gerejani.

    Hal senada disampaikan GPB. Menurutnya, kegiatan di Oelnitep menjadi ruang pembelajaran yang sangat berarti untuk mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama dan kepedulian terhadap sesama. Ia juga merasa terkesan dengan keluarga tempat ia tinggal karena meskipun sebelumnya tidak saling mengenal, hubungan persaudaraan dapat tumbuh melalui percakapan, cerita dan kebersamaan yang sederhana. Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa persaudaraan sejati tidak selalu dibangun dari hubungan darah tetapi juga dari keterbukaan hati.


    Bagi SKS, keramahan umat Oelnitep menjadi kesan yang paling kuat. Ia mengaku sangat senang karena umat menerima mahasiswa dengan penuh kehangatan, membuka rumah mereka serta berbagi cerita dan pengalaman hidup. Momen yang paling berkesan baginya adalah Malam Pentas Seni ketika anak-anak Oelnitep menampilkan berbagai acara termasuk tarian mereka dengan penuh percaya diri. Menurutnya, penampilan tersebut mengajarkan bahwa kehidupan menjadi indah ketika setiap orang mampu saling memberi warna bagi sesamanya.

    Sementara itu, MYMN menilai bahwa kegiatan di Oelnitep memberikan kesempatan untuk belajar hidup bersama dalam keberagaman. Tinggal bersama keluarga umat dan mengikuti berbagai kegiatan bersama masyarakat membuatnya belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, serta semangat melayani. Selain itu, pengalaman doa bersama dan keterlibatan dalam liturgi membantu dirinya memperdalam kehidupan rohani dan menyadari pentingnya hidup dalam iman serta pelayanan kepada sesama.


    Secara umum, para mahasiswa sepakat bahwa PkM di Oelnitep bukan sekadar kegiatan akademik, melainkan sebuah pengalaman hidup yang mempertemukan mereka dengan nilai-nilai persaudaraan, gotong royong, pelayanan dan iman yang nyata. Tinggal bersama keluarga-keluarga umat memberi kesempatan bagi mereka untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat, merasakan kehangatan keluarga sederhana serta belajar dari semangat hidup dan iman yang mereka miliki.

    Kehangatan umat, semangat anak-anak dan OMK, keramahan keluarga-keluarga yang menerima mahasiswa di rumah mereka, serta kebersamaan yang terjalin selama dua hari menjadi kenangan yang akan terus mereka bawa dalam perjalanan hidup dan pelayanan mereka di masa depan.

    PkM di Oelnitep mungkin telah berakhir, tetapi pelajaran tentang persaudaraan, pelayanan dan kemanusiaan yang mereka temukan akan tetap hidup dalam hati para mahasiswa. (YB)

Tag