• Hari ini: July 21, 2026

WAKTU: PENGUJI TERBAIK

21 July, 2026
62

WAKTU: PENGUJI TERBAIK

    Kita hidup di zaman yang serba cepat. Dengan satu sentuhan di layar, makanan datang, belanja online tiba, informasi tersedia dan jawaban bisa diperoleh dalam hitungan detik. Tanpa sadar, kita pun ingin segala sesuatu terjadi secepat itu, termasuk perubahan hidup. Kita ingin anak segera menjadi baik, orang yang bersalah segera berubah, masalah cepat selesai bahkan Tuhan pun kita harapkan segera bertindak.
    Namun Injil hari ini berkata sebaliknya. Ketika para hamba ingin segera mencabut lalang, Yesus berkata, "Jangan dulu." Mengapa? Karena ada hal-hal yang hanya bisa dikerjakan oleh waktu. Lalang dan gandum baru dapat dibedakan ketika keduanya bertumbuh. Tuhan mengajarkan bahwa perubahan membutuhkan proses dan proses membutuhkan kesabaran.
    Namun Injil hari ini berkata sebaliknya. Ketika para hamba ingin segera mencabut lalang, Yesus berkata, "Jangan dulu." Mengapa? Karena ada hal-hal yang hanya bisa dikerjakan oleh waktu. Lalang dan gandum baru dapat dibedakan ketika keduanya bertumbuh. Tuhan mengajarkan bahwa perubahan membutuhkan proses dan proses membutuhkan kesabaran.

    Kitab Kebijaksanaan menunjukkan bahwa Allah yang Mahakuasa tidak bertindak dengan tergesa-gesa. Ia memilih bersabar dan memberi kesempatan untuk bertobat. 

Prinsip ini juga berlaku dalam hidup kita. Orang tua tidak dapat membentuk karakter anak hanya dengan sekali menasihati. Kejujuran, tanggung jawab, sopan santun dan iman tumbuh melalui teladan, doa, disiplin dan kebiasaan yang diulang setiap hari. Demikian pula saat kita menabung. Tidak ada orang menjadi berkecukupan hanya karena menabung sekali. Sedikit demi sedikit, hari demi hari, tabungan itu bertambah hingga memberi manfaat. Begitu juga karakter. Kebaikan tidak dibangun dalam satu hari tetapi melalui pilihan-pilihan kecil yang dilakukan dengan setia.

    Karena itu, Yesus mengajak kita berhenti sibuk melihat lalang dalam hidup orang lain dan mulai merawat gandum dalam hati kita sendiri. Mulailah dengan hal-hal sederhana: meluangkan waktu berdoa bersama keluarga, mengucapkan kata-kata yang membangun, mendidik anak dengan kasih dan ketegasan, bekerja dengan jujur serta setia melakukan kebaikan meski tidak langsung terlihat hasilnya. Jangan takut jika perubahan terasa lambat. 

    Di tangan Tuhan, tidak ada kebaikan yang sia-sia. Waktu adalah penguji terbaik. Waktu akan membuktikan apakah kita hanya ingin terlihat baik sesaat atau sungguh-sungguh bertumbuh menjadi pribadi yang berakar dalam kasih Allah. Mereka yang sabar berjalan bersama Tuhan pada akhirnya akan menuai buah yang baik.

    Hari ini, Sabda Tuhan memberi tugas kepada setiap anggota keluarga. Bagi orang tua, jangan lelah mendidik anak dengan kasih, doa dan teladan, sebab karakter tidak dibentuk dalam sehari. Bagi orang muda, jangan ingin berhasil dengan jalan pintas, bangunlah masa depan dengan belajar, bekerja keras dan hidup jujur. Bagi anak-anak, hormatilah orang tua, rajin belajar, mau mendengar nasihat dan biasakan berbuat baik sejak sekarang. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi buah kehidupan kita di masa depan. Tuhan tidak menilai seberapa cepat kita bertumbuh tetapi seberapa setia kita bertumbuh bersama-Nya.

    Karakter yang kuat tidak dibentuk dalam sekejap tetapi melalui kesetiaan melakukan kebaikan setiap hari. Tidak ada kebaikan yang sia-sia, waktu akan membuatnya berbunga dan Tuhan akan membuatnya berbuah. Waktu menguji, kesabaran membentuk dan Tuhan menyempurnakan. Waktu tidak pernah berdusta. Ia selalu menunjukkan buah dari apa yang setiap hari kita tanam. Amin.

***Renungan Hari Minggu Biasa XVI A, batas kota, hening di padang, 19 Juli 2026.

Tag