• Hari ini: August 10, 2026

JALAN PULANG

10 August, 2026
106

JALAN PULANG

=KU=

Suatu hari, engkau akan pergi

Mungkin ke kota

Mungkin ke negeri

Yang bahkan tak mengenal

Bau tanah setelah hujan

 

Engkau akan belajar

Bahasa-bahasa baru

Mengenal gedung-gedung tinggi

Membaca dunia yang lebih luas

Daripada lembah tempat engkau dilahirkan

 

Pergilah

Langit memang diciptakan untuk dijelajahi

Tetapi, jangan biarkan

Rumah kehilangan jalan pulang

 

Karena rumah

Bukan sekadar tempat kita lahir

Rumah adalah

Tempat di mana namamu

Tidak pernah dipanggil sendirian

 

Di sana,

Ketika seseorang menderita,

Semua pintu terbuka

Ketika seseorang berbahagia,

Semua langkah datang

Ketika seseorang berduka,

Tak ada air mata

Yang dibiarkan jatuh sendirian

 

Jika suatu hari

Engkau lupa bagaimana menjadi Atoni Pah Meto,

Jangan buka buku

Pulanglah. Duduklah

Di depan rumah adat

Dengarkan angin yang menyentuh atap ilalang

Perhatikan seorang tua

Yang membagi sirih pinang

Lebih dahulu kepada orang lain

Lihatlah seorang anak

Yang belajar mengucapkan "saudara"

Bahkan sebelum ia mengerti arti kepemilikan

Di situlah segala pelajaran dimulai

 

Jangan takut menjadi besar

Tetapi lebih takutlah

Bila engkau menjadi besar sendirian

Karena pohon yang paling tinggi

Tetap membutuhkan akar yang tak terlihat

 

Dan manusia

Yang paling jauh berjalan

Tetap membutuhkan sebuah nama

yang memanggilnya untuk pulang

 

Kelak, orang mungkin tidak mengingat

Apa pekerjaanmu

Mereka mungkin lupa

Berapa banyak yang kau miliki

 

Tetapi mereka tak akan lupa

Apakah ketika mereka jatuh, engkau datang

Apakah ketika mereka lapar, engkau berbagi

Apakah ketika mereka kehilangan, engkau tinggal

 

Sebab akhirnya

Hidup bukan tentang

seberapa jauh kita meninggalkan kampung

Melainkan seberapa banyak

Kampung tetap hidup di dalam diri kita

 

Dan jika suatu hari

Anak-anakmu bertanya, "Di mana rumah kita?"

Jangan tunjuk sebuah bangunan

Tunjukkan cara kita memanggil orang lain

Sebagai saudara

 

Sebab selama kata itu masih hidup

Atoni Pah Meto tidak akan pernah

Kehilangan jalan untuk pulang


***Suatu malam di awal Agustus, hening kalbu sebagai anak dari tanah kering ini.

(Hai atoen pah meto kai)

Tag