• Hari ini: April 07, 2026

MEJA KESAKSIAN

07 April, 2026
10

MEJA KESAKSIAN

(Kis 2:14.22–32; Mat 28:8–15)

Injil: perempuan membawa kabar kebangkitan. Tetapi penjaga kubur menyebarkan kebohongan. Kisah Para Rasul: Petrus berdiri dan bersaksi dengan berani. Maka, Paskah selalu melahirkan dua kemungkinan: bersaksi… atau menyembunyikan kebenaran.

1. Berlari Dengan Takut dan Sukacita (Mat 28:8–10)

Perempuan-perempuan itu, “dengan takut dan sukacita yang besar segera pergi…” Ini sangat manusiawi. Mereka tidak langsung sempurna. Mereka campur aduk: takut… tetapi juga penuh harapan.

Injil Matius menegaskan bahwa iman kebangkitan lahir di tengah ketegangan batin bukan kepastian yang nyaman. Tetapi mereka melakukan satu hal penting: mereka tetap berjalan.

Kita masih ragu… tetapi tetap berdoa, kita masih takut… tetapi tetap berbuat baik, kita belum mengerti… tetapi tetap setia. Maka iman bukan tidak punya rasa takut tetapi tetap melangkah di tengah rasa takut.

2. Kebenaran atau Kebohongan (Mat 28:11–15)

Penjaga kubur melihat apa yang terjadi. Mereka tahu kebenaran. Tetapi mereka dibayar untuk berkata dusta. Ini sangat tajam. Masalahnya bukan tidak tahu tetapi tidak mau menerima kebenaran. Kebangkitan tidak hanya soal iman tetapi juga pilihan hati.

Tahu harus mengampuni… tetapi memilih menyimpan dendam, tahu yang benar… tetapi memilih jalan mudah, tahu Tuhan bekerja… tetapi tetap hidup seolah tidak peduli. Maka kebohongan sering bukan karena kita tidak tahu tetapi karena kita takut berubah.

3. Petrus: dari Takut menjadi Saksi (Kis 2:14.22–32)

Petrus berdiri dan berkata: “Yesus ini telah dibangkitkan Allah, dan kami semua adalah saksi.” Ini luar biasa. Petrus yang dulu: menyangkal Yesus, takut, bersembunyi. Sekarang: berdiri, berbicara, bersaksi di depan umum.

Kisah Para Rasul menunjukkan bahwa kebangkitan bukan hanya peristiwa Yesus tetapi kuasa yang mengubah manusia. Orang yang dulu lemah → menjadi kuat, orang yang dulu takut → menjadi berani, orang yang dulu diam → mulai bersaksi. Maka tanda kebangkitan bukan hanya kubur kosong tetapi hidup yang berubah.

4. Meja Kesaksian

Sekarang kita melihat perjalanan “MEJA”: Meja Sabda (Kamis)→ kita belajar kebenaran; Meja Korban (Jumat)→ kita melihat harga kasih; Meja Harapan (Sabtu)→ kita belajar percaya; Meja Terbuka (Paskah)→ kita melihat kemenangan; Dan hari ini: Meja Kesaksian (Senin Oktaf)→ kita diutus untuk berbicara dan hidup dalam kebenaran.

Artinya Paskah tidak berhenti pada “Yesus bangkit,” tetapi berlanjut pada apakah kita berani menjadi saksi?

Sekarang pertanyaannya, kita lebih mirip siapa? Perempuan yang berlari membawa kabar? Atau penjaga yang menyembunyikan kebenaran.

Di keluarga: berani membawa damai atau memperkeruh? Di pekerjaan: jujur atau ikut arus? Dalam iman: bersaksi atau diam? Langkah kecil: berani berkata benar walau tidak populer, berani hidup jujur walau sulit, berani menunjukkan iman dalam tindakan nyata. Karena dunia tidak butuh teori kebangkitan, tetapi saksi kebangkitan.

Kubur sudah terbuka. Yesus sudah bangkit. Tetapi dunia masih bertanya: Apakah itu benar? Dan jawabannya, bukan pertama-tama dari mulut kita tetapi dari hidup kita. Kebangkitan menjadi nyata bukan saat kita mendengarnya tetapi saat kita berani hidup sebagai saksinya.

(Renungan, Senin dalam Oktaf Paskah 2026, Kapela Oelnitep)

Tag