• Hari ini: July 12, 2026

TUHAN MENABUR, BUKAN MENYELEKSI

12 July, 2026
14

    Yesus memulai perumpamaan-Nya dengan cara yang mengejutkan. Seorang penabur menghamburkan benih ke mana-mana (Mat. 13:1-13). Ada yang jatuh di jalan, di batu, di semak duri dan di tanah yang subur. Bagi seorang petani, cara ini tampak seperti pemborosan. Namun Yesus sengaja memakai gambaran itu.

    Allah bukan pribadi yang pelit dengan rahmat-Nya. Ia tidak lebih dahulu memeriksa siapa yang layak menerima Sabda. Ia menabur kepada semua orang. Kasih Allah selalu datang lebih dahulu. Persoalannya bukan apakah Tuhan mau berbicara tetapi apakah kita masih mau mendengarkan.

    Nabi Yesaya berkata bahwa hujan tidak pernah kembali ke langit sebelum membasahi bumi dan membuatnya berbuah (Yes. 55:10-11). Demikian pula Sabda Tuhan. Sabda tidak pernah gagal. Yang sering gagal adalah hati manusia yang terlalu penuh. Penuh kesibukan, penuh kekhawatiran, penuh kekecewaan bahkan penuh dengan suara sendiri. Akibatnya, Sabda tidak mempunyai ruang untuk berakar. Bukan karena Tuhan berhenti berbicara, melainkan karena hati kita sudah terlalu bising untuk mendengar.

    Mungkin kita tidak perlu meminta Sabda yang baru. Yang kita perlukan adalah hati yang baru. Setiap hari Tuhan tetap menabur. Setiap hari Ia memberi kesempatan untuk berubah. Maka sebelum menyalahkan keadaan, orang lain ataupun masa lalu, baiklah kita bertanya, "Hari ini, tanah seperti apakah hati saya?"

    Sebab ketika hati mulai terbuka, Sabda yang sama akan menghasilkan hidup yang sama sekali baru. Tuhan tidak pernah berhenti menabur. Jangan sampai kita yang berhenti memberi tempat bagi benih-Nya untuk bertumbuh.

***Renungan HMB XV, batas kota, 12 Juli 2026

Tag