• Hari ini: April 26, 2026

BELAJAR MENDENGAR LEBIH DALAM

26 April, 2026
10

BELAJAR MENDENGAR LEBIH DALAM

(Kis 1:14a.36-41; 1Ptr 2:20b-25; Yoh 10:1-10)

 

Minggu Panggilan mengingatkan kita: Tuhan masih memanggil. Bukan jauh. Bukan nanti. Tetapi di sini. Hari ini. Dalam hidup kita yang sederhana.

Tuhan memanggil kita, marilah kita merenungkan bersama Sabda Tuhan hari ini

1.    Tuhan sering bicara lewat hati yang terusik

Kita marah, lalu gelisah. Kita salah, lalu tidak tenang. Kita lihat orang susah, tapi hati tidak diam. Itu bukan sekadar perasaan. Itu Tuhan sedang mengetuk dari dalam. Ia tidak menjatuhkan. Ia membangunkan. “Hati mereka sangat terharu.” (Kis 2:37). Belajar mendengar lebih dalam.

2.      Panggilan tidak selalu lembut, kadang menantang

Mengikuti Tuhan tidak selalu enak. Kadang harus tahan diri. Kadang harus berani berubah. Ada suara kecil: “Ikut Aku… walau tidak mudah.” Jangan cepat lari dari suara itu. “Supaya kamu mengikuti jejak-Nya.” (1Ptr 2:21). Belajar mendengar lebih dalam.

3.      Tuhan hadir di tempat yang biasa

Di rumah sederhana. Di kebun kering. Di jalan yang kita lewati tiap hari. Tuhan tidak jauh. Ia hadir dalam luka, kerja, tugas dan harapan kita. “Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (1Ptr 2:24). Belajar mendengar lebih dalam.

4.      Suara Tuhan itu akrab, bukan asing

Seperti suara mama yang kita kenal. Seperti panggilan gembala kepada ternaknya. Tuhan juga memanggil kita-dengan nama kita. Suara-Nya lembut, tapi nyata. Hanya hati yang tenang bisa menangkapnya. “Ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya.” (Yoh 10:3). Belajar mendengar lebih dalam.

5.      Panggilan selalu membawa kita pada kebersamaan

Tidak ada panggilan untuk hidup sendiri. Kita dipanggil untuk berjalan bersama. Saling menguatkan. Saling menjaga. Saling mengangkat saat jatuh. “Mereka memberi diri dibaptis dan hidup bersama.” (Kis 2:41). Belajar mendengar lebih dalam.

6.      Jalan sudah dibuka, tinggal kita melangkah

Kita sering tunggu tanda besar. Padahal Tuhan sudah buka jalan. Ia sudah berdiri di depan kita. Tinggal kita mau percaya dan masuk. “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat.” (Yoh 10:9). Belajar mendengar lebih dalam.

Panggilan Tuhan tidak selalu terdengar keras, tetapi selalu hadir setia-di hati yang terusik, di hidup yang sederhana, dan di langkah kecil yang berani kita ambil. Panggilan Tuhan bukan soal suara yang lebih keras, tetapi hati yang berani tinggal dan mendengar sampai akhirnya taat melangkah.


(Renungan Hari Minggu Paskah IV, Hari Minggu Panggilan, Kapela Oelnitep, 26 April 2026, KU)

Tag