KOLKITA-Kefamenanu, Sebuah pengalaman iman yang
bermula dari perjalanan seorang imam ke Fatima, Portugal, kini menemukan
wujudnya di lingkungan Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Santo Petrus Keuskupan
Atambua. Gua Santa Maria Fatima, yang lahir dari perjalanan spiritual tersebut,
resmi diberkati pada Jumat (16/10/2026) sebagai ruang doa bagi seluruh sivitas
akademika.
Di
balik berdirinya gua tersebut, tersimpan kisah Dr. Theodorus Ada Siri, S.Ag.,
tentang kedekatannya dengan Bunda Maria Fatima. Pengalaman itu bermula ketika
dirinya membawa pulang sebuah patung kecil dari Fatima yang kemudian menyertai
perjalanan hidup dan panggilannya sebagai imam.
“Saat saya pulang dari Fatima, saya membawa patung kecil yang menemani perjalanan hidup saya sebagai seorang imam hingga sekarang,” kisahnya.
Devosi
tersebut tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi. Ia kemudian membentuk
kelompok Maria Fatima sebagai wadah pengembangan lembaga dan pelayanan kepada
masyarakat kecil. Penghayatan spiritual itu semakin mendalam ketika pada 2024
ia menerima tiga anak, dua perempuan dan seorang laki-laki, untuk diasuh dan
dididik.
Dari
pengalaman iman dan pelayanan itulah tumbuh gagasan menghadirkan Gua Santa
Maria Fatima di lingkungan kampus STP St. Petrus Keuskupan Atambua. Tempat ini
diharapkan bukan sekadar menjadi bangunan religius, melainkan ruang bagi
mahasiswa untuk menemukan ketenangan, membangun kebersamaan dan meneguhkan
kehidupan rohani.
“Gua
ini dihadirkan supaya mahasiswa juga selalu berdoa bersama, tidak mengalami
kesendirian di dunia kampus ini,” jelasnya.
Pembangunan
gua tersebut dikerjakan Yohanes Priyanto, yang akrab disapa Opa Yohanes. Ia
mengungkapkan kebahagiaan dan rasa syukurnya karena seluruh proses pembangunan
dapat diselesaikan dengan baik berkat karunia Tuhan.
Opa
Yohanes berharap mahasiswa tidak hanya memanfaatkan gua sebagai tempat berdoa,
tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan
kelestariannya.
Dr. Theodorus, mantan Ketua STP St. Petrus Keuskupan Atambua ini, turut menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang mendukung pembangunan gua dan menyumbangkan patung Santa Maria Fatima, serta kepada PLT Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Peresmian
Gua Santa Maria Fatima diawali dengan pengguntingan pita dan penandatanganan
prasasti oleh Ketua PERPETAKI bersama para pimpinan STP se-Indonesia yang
hadir. Kegiatan dilanjutkan dengan ibadat pemberkatan yang dipimpin Deken
Kefamenanu, Rm. Kanisius Oki, Pr.
Dalam
homilinya, Rm. Kanisius mengangkat peristiwa kunjungan Maria kepada Elisabet
sebagai gambaran karya keselamatan Allah yang hadir melalui perjumpaan manusia.
Kegiatan
ini dihadiri para pimpinan Sekolah Tinggi Pastoral se-Indonesia yang tergabung
dalam PERPETAKI, pengurus Yayasan Snuna, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa,
serta tamu undangan.
Usai
ibadat, Ketua STP Santo Petrus Keuskupan Atambua, Rm. Benso Metom, menyampaikan
ucapan terima kasih, dilanjutkan sambutan Ketua PERPETAKI, Florens Maxi Un
Bria. Delom Mamoh, mahasiswa semester V, turut mengungkapkan sukacitanya atas
kelancaran kegiatan pemberkatan tersebut.
Kehadiran
Gua Santa Maria Fatima kini menjadi bagian dari perjalanan pembinaan spiritual
di STP Santo Petrus Keuskupan Atambua. Berawal dari sebuah patung kecil yang
menyertai perjalanan iman seorang imam, devosi pribadi itu berkembang menjadi
ruang doa bersama bagi generasi calon pelayan pastoral.(MAIK)
Tag
Berita Terkait
Mahasiswa STP St. Petrus KA Gelar Katekese APP 2026 di Oelnitep, Umat Antusias Mendalami Iman
KUB St. Yosef Naesleu Laksanakan Ziarah Porta Sancta ke Situs-Situs Bersejarah Keuskupan Atambua
UMAT KATOLIK MEMPERLANCAR PkM LINTAS IMAN DOSEN DAN MAHASISWA DI MASJID AL-FALAH KLETEK-BETUN
DIAWALI DENGAN LITERASI BAHASA INGGRIS, INILAH KESERUAN HARI KEDUA MPLS SMK NEGERI PAISANAUNU
Tag
Arsip
Kue Pelangi Menakjubkan Terbaik
Final Piala Dunia 2022
Berita Populer & Terbaru
Jajak Pendapat Online