• Hari ini: October 18, 2026

RUA VII PERPETAKI DITUTUP, PENGURUS BARU DILANTIK DI NAESLEU

18 October, 2026
57

KOLKITA-Kefamenanu, Perkumpulan Perguruan Tinggi Agama Katolik (PERPETAKI) menutup rangkaian Hari Studi dan Rapat Umum Anggota (RUA) VII melalui perayaan Ekaristi yang dipimpin Vikaris Jenderal Keuskupan Atambua, Pater Vinsensius Wun, SVD, di Gereja Santo Yohanes Pemandi Naesleu, Kefamenanu, Minggu (18/10/2026). Perayaan tersebut sekaligus menjadi momentum pelantikan Badan Pengurus Perkumpulan Perguruan Tinggi Agama Katolik (PERPETAKI) periode 2026–2029.

    Misa penutupan dihadiri Pastor Paroki Naesleu, Rm. Gabriel Alos, Pr., bersama para imam konselebran, Ketua Yayasan Snuna, Rm. Gabriel Bouk, Pimpinan PERPETAKI, RD. Dr. Florens Maxi Un Bria, para pimpinan Sekolah Tinggi Pastoral se-Indonesia beserta pengurus, sivitas akademika STP Santo Petrus Keuskupan Atambua, serta umat Paroki Naesleu. Paduan suara gabungan mahasiswa tingkat I–III STP Santo Petrus turut memeriahkan perayaan Ekaristi.

    Dalam perayaan tersebut, Pater Vinsen menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pimpinan perguruan tinggi Katolik dari berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, perjumpaan tersebut menjadi kehormatan tersendiri bagi Gereja lokal.

    “Misa ini adalah suatu kehormatan besar bagi Keuskupan Atambua khususnya umat Paroki Naesleu, karena pada hari ini hadir di tengah-tengah kita orang-orang penting yang datang dari perguruan tinggi agama Katolik seluruh Indonesia,” ungkapnya.


    Salah satu agenda penting dalam misa penutupan ialah pelantikan Badan Pengurus PERPETAKI periode 2026–2029. Prosesi diawali dengan pembacaan berita acara hasil pemilihan oleh Dr. Anselmus Yata Mones, S.Fil., M.Pd., selaku panitia pemilihan. Pemilihan badan pengurus baru berlangsung di Hotel Livero, Jumat (17/10/2026).  

    Pengurus baru PERPETAKI periode 2026-2029 dilantik oleh Dewan Pembina PERPETAKI Dr. Drs. Paulus Setyo Istandar Tan, BA, M.Th dari STPK St. Yohanes Rasul Jayapura. Momentum tersebut menandai dimulainya tanggung jawab kepengurusan baru dalam memperkuat kerja sama, mutu pendidikan dan arah pengembangan perguruan tinggi agama Katolik di Indonesia.

    Badan pengurus baru yang dilantik sebagai berikut: Dr. Florens Maxi UN Bria, S. Ag, M. Sos (Ketua) dari STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Dr. Sunarso. S.T. M.Eng (Sekretaris) dari STAKAT Negeri Pontianak, Dr. Agustinus Sem Porak, M.Hum (Bendahara) dari STIKPAR Toraja, Dr Dominikus Doni Ola (Anggota) dari STP Dian Mandala Gunung Sitoli Nias dan Philipus Benitius Metom, S.Ag. M.Hum (Anggota).

    Rangkaian acara juga diisi dengan sambutan Ketua STP Santo Petrus Keuskupan Atambua, Ketua PERPETAKI terpilih, serta Vikaris Jenderal Keuskupan Atambua.

    Misa penutupan menjadi puncak rangkaian kegiatan PERPETAKI yang berlangsung sejak Kamis (15/10/2026). Kegiatan diawali dengan penjemputan peserta dan misa pembukaan di Gereja Santo Antonius Padua Sasi, Kefamenanu.


    Pada Jumat (16/10/2026), peserta mengikuti seminar ilmiah bertema, “Membangun Peradaban Ekologis melalui Pendidikan Katolik untuk Indonesia Emas 2045” di Aula Mgr. Sulama, STP Santo Petrus Keuskupan Atambua.

    Tema tersebut menempatkan pendidikan Katolik dalam tanggung jawab membentuk manusia yang berkarakter, memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta mampu membangun hubungan yang bertanggung jawab dengan alam dan sesama.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peresmian dan pemberkatan Gua Santa Maria Fatima di lingkungan kampus STP Santo Petrus. Pada malam harinya, para anggota PERPETAKI melaksanakan Rapat Umum Anggota di Hotel Livero, Kefamenanu.

    Kegiatan nasional ini mendapat dukungan Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr., Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, A.M. Adiyarto Sumardjono, S.E., M.Hum., serta seluruh anggota PERPETAKI.

    Berakhirnya Hari Studi dan RUA VII PERPETAKI tidak hanya menandai pergantian kepengurusan organisasi tetapi juga mempertegas tanggung jawab perguruan tinggi Katolik dalam membentuk generasi yang beriman, berkarakter dan peduli terhadap keberlanjutan kehidupan.

    Dari Kefamenanu, semangat membangun peradaban ekologis melalui pendidikan Katolik diharapkan terus berkembang menjadi komitmen bersama menuju Indonesia Emas 2045. (ES/AO)

Tag